Apa pun Terjadi, Tuhan itu Baik
Minggu, 08 Desember 2013
Senin, 03 Januari 2011
Tuhan selalu baik
Natal 2010 menjadi kenangan tersendiri buat aku, Natal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana Natal kali ini aku merasakan suasana yang berbeda yaitu di Rumah Sakit Panti Rapih di Jogja.
Menunggu ayah yang sedang dirawat di RS ini bertepatan dengan hari raya Natal.
Tanggal 24 Desember 2010 jam 17:00 aku tiba di rumah setelah menempuh perjalanan jauh dengan sepeda motor dari Jakarta yg berangkat tanggal 23 malam. Sesampainya di rumah aku berbincang-bincang dengan ayah sebentar setelah mandi, makan malam dan akhirya jam 20:00 karena sudah ngantuk dan capek aku pun segera tidur. Menjelang tengah malam ayahku bangun dan mengeluh kalau perutnya sakit, dikira masuk angin terus dikreikin sama Ibu. tapi ternyata ngga sembuh-sembuh sampai pagi, terus aku antarkan ke dokter dan ternyata dokter pun ngga bisa berbuat banyak selain memberi suntikan pereda rasa sakit. Dan aku dikasih tau dokter bahwa mendingan ayah saya segera dibawa ke RS aja, soalnya kondisi sakitnya agak berat, ada tanda-tanda hernia yang dialami ayah.
Siang hari, setelah pulang gereja ibadah Natal, aku segera bawa ayah ke RS Panti Rapih. dari hasil pemeriksaan di ruang IGD ayah terdeteksi sakit Hernia dan ada kemungkinan usus buntu. Dokter menyarankan untuk segera dioperasi, soalnya kalau tidak dioperasi bisa parah. Dalam setengah kebingungan aku menyetujui untuk ayah segera dioperasi sore itu juga, walau pun aku sendiri ngga tahu darimana nanti uang untuk membayar biaya operasi, namun aku percaya Tuhan akan sediakan.
Operasi berlangsung dari jam 17:00 hingga jam 19:30 berlangsung lancar.
dan ayah masih harus rawat inap, akhirnya dari tanggal 25 sampai tanggal 28 Desember 2010 ayah dirawat di RS Panti Rapih, dan karena aku harus menunggu ayah selama dirawat, jadilah aku merayakan Natal di RS. suasana yang berbeda memang tapi tetap bahagia.
dari ide tetangga yang ikut mengantarkan ayahku, bisa mengajukan keringanan biaya RS melalui surat dari kelurahan - kecamatan. dan ada sedikit harapan bahwa biaya bisa berkurang dari biaya yang semestinya.
dan surat-surat pun segera aku urus untuk diajukan ke bagian keuangan RS.
Potongan biaya pun aku dapatkan sekitar 10%.
Lumayan....
namun ternyata uang yang aku punya belum cukup juga, aku hanya bisa berdoa mohon pertolongan Tuhan, setelah berusaha meminjam ke seorang teman dan berusaha meminjam dari perusahaan tempat aku bekerja, dana pun akhirnya tercukupi.
Puji Tuhan akhirnya biaya utk perawatan ayah saya terlunasi dan ayah bisa segera pulang ke rumah.
semua karena pertolongan Tuhan. dan aku selalu percaya bahwa apa pun yang terjadi di dalam hidupku. Tuhan itu Baik.
Dia selalu sayang umat-Nya.
Menunggu ayah yang sedang dirawat di RS ini bertepatan dengan hari raya Natal.
Tanggal 24 Desember 2010 jam 17:00 aku tiba di rumah setelah menempuh perjalanan jauh dengan sepeda motor dari Jakarta yg berangkat tanggal 23 malam. Sesampainya di rumah aku berbincang-bincang dengan ayah sebentar setelah mandi, makan malam dan akhirya jam 20:00 karena sudah ngantuk dan capek aku pun segera tidur. Menjelang tengah malam ayahku bangun dan mengeluh kalau perutnya sakit, dikira masuk angin terus dikreikin sama Ibu. tapi ternyata ngga sembuh-sembuh sampai pagi, terus aku antarkan ke dokter dan ternyata dokter pun ngga bisa berbuat banyak selain memberi suntikan pereda rasa sakit. Dan aku dikasih tau dokter bahwa mendingan ayah saya segera dibawa ke RS aja, soalnya kondisi sakitnya agak berat, ada tanda-tanda hernia yang dialami ayah.
Siang hari, setelah pulang gereja ibadah Natal, aku segera bawa ayah ke RS Panti Rapih. dari hasil pemeriksaan di ruang IGD ayah terdeteksi sakit Hernia dan ada kemungkinan usus buntu. Dokter menyarankan untuk segera dioperasi, soalnya kalau tidak dioperasi bisa parah. Dalam setengah kebingungan aku menyetujui untuk ayah segera dioperasi sore itu juga, walau pun aku sendiri ngga tahu darimana nanti uang untuk membayar biaya operasi, namun aku percaya Tuhan akan sediakan.
Operasi berlangsung dari jam 17:00 hingga jam 19:30 berlangsung lancar.
dan ayah masih harus rawat inap, akhirnya dari tanggal 25 sampai tanggal 28 Desember 2010 ayah dirawat di RS Panti Rapih, dan karena aku harus menunggu ayah selama dirawat, jadilah aku merayakan Natal di RS. suasana yang berbeda memang tapi tetap bahagia.
dari ide tetangga yang ikut mengantarkan ayahku, bisa mengajukan keringanan biaya RS melalui surat dari kelurahan - kecamatan. dan ada sedikit harapan bahwa biaya bisa berkurang dari biaya yang semestinya.
dan surat-surat pun segera aku urus untuk diajukan ke bagian keuangan RS.
Potongan biaya pun aku dapatkan sekitar 10%.
Lumayan....
namun ternyata uang yang aku punya belum cukup juga, aku hanya bisa berdoa mohon pertolongan Tuhan, setelah berusaha meminjam ke seorang teman dan berusaha meminjam dari perusahaan tempat aku bekerja, dana pun akhirnya tercukupi.
Puji Tuhan akhirnya biaya utk perawatan ayah saya terlunasi dan ayah bisa segera pulang ke rumah.
semua karena pertolongan Tuhan. dan aku selalu percaya bahwa apa pun yang terjadi di dalam hidupku. Tuhan itu Baik.
Dia selalu sayang umat-Nya.
Langganan:
Postingan (Atom)